29 Oktober , Lahirnya Palang Merah Internasional

Tags

29 Oktober , Lahirnya Palang Merah Internasional

Pada tanggal 29 Oktober 1863 , atau sekitar 153 tahun yang lalu di peringati sebagai hari terbentuknya Palang Merah Internasional. Saat Itu 18 Negera bertemu di Jenewa dan setuju membentuk Internasional Red Cross.

Henry Dunant, seorang warga Swiss yang kebetulan melewati daerah itu untuk suatu urusan bisnis, merasa ngeri menyaksikan pemandangan tersebut (mayat-mayat tergeletak). Prajurit menderita tanpa pelayanan medis. Sekembalinya ke Swiss, Dunant pun menerbitkan sebuah buku berjudul A Memory of Solferino (Kenangan dari Solferino), yang berisi dua usulan:


Pertama, agar pada masa damai didirikan himpunan/kelompok bantuan kemanusiaan yang memiliki juru rawat yang siap untuk merawat korban luka pada waktu terjadi perang

Kedua, agar para relawan yang akan bertugas membantu dinas medis angkatan bersenjata, diberi pengakuan dan perlindungan melalui sebuah perjanjian internasional.
Pada 9 Februari tahun 1863, sebuah perkumpulan amal bernama Perhimpunan Jenewa untuk Kesejahteraan Masyarakat membentuk sebuah komisi beranggotakan lima orang atau "Committee of the Five" untuk mewujudkan gagasan Tersebut.


Beranggotakan Gustave Moynier, Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia, Theodore Maunoir, dan Dunant, komisi tersebut kemudian mendirikan Komite Internasional Pertolongan Korban Luka, yang kemudian menjadi Komite Internasional Palang Merah atau ICRC.

Sejak saat itu, mereka terus mengembangkan gagasan Henry Dunant.


Atas undangan mereka, 18 negara dan empat lembaga filantropis menghadiri Konferensi Internasional di Jenewa pada tanggal 26-29 Oktober 1863. bertujuan untuk mengembangkan langkah-langkah yang memungkinkan untuk meningkatkan pelayanan medis di medan perang.

Konferensi ini dihadiri oleh 36 orang: 18 delegasi resmi dari pemerintah nasional, 6 delegasi dari organisasi non-pemerintah lainnya, 7 delegasi asing non-resmi, dan 5 anggota Komite Internasional.

Beberapa delegasi resmi di antaranya dari Baden, Bavaria, Prancis, Inggris, Hanover, Hesse, Italia, Belanda, Austria, Prusia, Rusia, Saxony, Swedia, dan Spanyol.
Di akhir pertemuan tersebut, pada 29 Oktober 1863, tercatat beberapa poin berikut:

  • Memantau kepatuhan para pihak yang bertikai kepada Konvensi Jenewa;
  • Mengorganisir perawatan terhadap korban luka di medan perang;
  • Mengawasi perlakuan terhadap tawanan perang (Prisoners of War – POW) dan melakukan intervensi yang bersifat konfidensial dengan pihak berwenang yang melakukan penahanan;
  • Membantu pencarian orang hilang dalam konflik bersenjata (layanan pencarian);
  • Mengorganisir perlindungan dan perawatan penduduk sipil; 
  • Bertindak sebagai perantara netral antara para pihak yang berperang;